GERAK BENDA DAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKITAR
- Kofi Study
- Sep 14, 2022
- 4 min read
IPA KELAS VIII SEMESTER I
BAB I
1. Konsep Gerak
Benda dapat dikatakan bergerak apabila mengalami perubahan posisi dari suatu titik acuan.
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh.
Perpindahan adalah selisih jarak lurus antara posisi awal dengan posisi akhir.
Benda yang bergerak akan melalui suatu lintasan tertentu. Lintasan dapat berupa lintasan yang lurus, melingkar atau parabola, ataupun tidak beraturan.
a. Gerak Lurus
Kelajuan adalah kemampuan menempuh jarak tertentu pada setiap detiknya. Kelajuan dirumuskan dengan :

Keterangan : v = kelajuan (m/s) s = jarak tempuh (m) t = waktu (s)
Kecepatan adalah kemampuan mengukur perpindahan gerak benda tiap satuan waktu. Kecepatan dirumuskan dengan :

Percepatan adalah perubahan kecepatan pada setiap waktu. Percepatan dirumuskan dengan:

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak yang memiliki perubahan kecepatan sellau tetap pada setiap detiknya.
b. Gaya Gaya adalah tarikan atau dorongan. Gaya dapat mengubah bentuk, arah, dan kecepatan benda. Gaya dapat dibedakan menjadi:
Gaya sentuh contohnya adalah gaya otot dan gaya gesek. Gaya otot adalah gaya yang ditimbulkan oleh koordinasi otot dengan rangka tubuh. Misalnya, seseorang hendak memanah dengan menarik mata panah ke arah belakang. Gaya gesek adalah gaya yang diakibatkan oleh adanya dua buah benda yang saling bergesek. Gaya gesek selalu berlawanan arah dengan gaya yang diberikan pada benda. Contohnya adalah gaya gesekan antara meja dengan lantai.
Gaya tak sentuh adalah gaya yang tidak membutuhkan sentuhan langsung dengan benda yang dikenai. Contohnya seperti saat kita mendekatkan ujung magnet batang dengan sebuah paku besi. Seketika paku besi akan tertarik dan menempel pada magnet batang.
c. Hukum Newton
Hukum I Newton menyatakan bahwa sifat inersia benda yang tidak mengalami resultan gaya (∑F = 0) akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan.
Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan gerak benda berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan massanya. Rumus:

Keterangan: a = percepatan (m/s²) ∑F = gaya (N) m = massa benda (kg)
Hukum III Newton menyatakan bahwa ketika benda pertama memberi gaya aksi (Faksi) pada benda kedua, maka benda kedua akan memberi gaya reaksi (Freaksi) yang sama besar pada benda pertama tetapi berlawanan arah. Rumus:
Faksi = – Freaksi
2. Sistem Gerak Manusia
a. Rangka
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada mahluk hidup. Rangka dibentuk dari tulang tunggal ataupun gabungan beberapa tulang. Secara umum, ada empat fungsi utama tulang bagi tubuh, yaitu sebagai berikut.
Memberikan bentuk pada tubuh dan menopang tubuh kita.
Melindungi organ dalam, misalnya tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru, tulang tengkorak melindungi otak.
Tempat menempelnya otot yang merupakan alat gerak aktif sehingga dapat menggerakkan tulang.
Pada jenis tulang tertentu, seperti tulang paha (femur) tulang juga berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah.
Tulang memiliki struktur, struktur tulang dapat dikategorikan:
Periosteum
Sumsum Putih Tulang
Pembuluh Darah
Tulang Kompak
Tulang Spons
Adapun tulang manusia dibedakan menjadi:
· Tulang panjang, cth: tulang lengan
· Tulang pipih, cth: tulang dada
· Tulang pendek, cth: tulang ruas jari
· Tulang tidak beraturan, cth: tulang punggung
b. Sendi
Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Macam-macam sendi:
Sendi Peluru: menghubungkan antara satu tulang yang mempunyai satu ujung bulat yang masuk ke ujung tulang lain yang berongga seperti mangkok. Sendi ini dapat membentuk gerakan sangat bebas. Contoh: sendi antara tulang lengan atas dan tulang belikat
Sendi Engsel: mempunyai gerakan satu arah, ada yang ke depan dan ada yang ke belakang seperti engsel pintu. Contoh: sendi pada siku dan lutut.
Sendi Putar: salah satu tulang berfungsi sebagai poros dan ujung tulang yang lain berbentuk cincin yang dapat berputar pada poros tersebut. Contoh: persendian yang terdapat di antara tulang tengkorak dengan tulang leher.
Sendi Pelana: pertemuan antara dua tulang yang berbentuk seperti pelana. Sendi ini dapat menggerakkan tulang ke dua arah, yaitu muka-belakang dan ke samping. Contoh: sendi ini adalah pada pangkal ibu jari.
Sendi Geser: menghubungkan antara dua tulang yang memiliki permukaan yang datar. Prinsip kerja sendi ini adalah satu bagian tulang bergerak menggeser di atas tulang lain. Contoh: berada pada tulang-tulang pergelangan tangan
c. Otot
Otot adalah penggerak bagian-bagian tubuh (alat gerak aktif). Secara umum otot dapat dibedakan menjadi:
Otot rangka: Sel otot rangka terlihat bergaris-garis melintang, sehingga otot ini juga disebut dengan otot lurik. Otot rangka melekat pada tulang dengan perantaraan tendon. Otot rangka merupakan otot sadar.
Otot polos: Otot ini berbentuk gelendong serta memiliki sebuah inti pada tiap selnya. Berdasarkan cara kerjanya, otot polos tergolong dalam otot tak sadar.
Otot jantung: Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Otot jantung mempunyai garis-garis seperti otot rangka. Cara kerja otot jantung mirip otot polos karena tergolong otot tidak sadar.
d. Gangguan dan Kelainan pada Sistem Gerak dan Upaya Mencegah serta Mengatasinya
Riketsia: Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor sehingga proses pengerasan tulang terganggu.
Osteoporosis: Osteoporosis disebabkan karena kekurangan kalsium
Artritis: Artritis adalah penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan sendi yang rusak
Fraktura (Patah Tulang): Tulang memiliki struktur kuat dan lentur, namun demikian tulang juga dapat patah disebabkan cedera atau benturan keras.
Kifosis: Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang,
Lordosis: Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang
Skoliosis: Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping
e. Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak pada Manusia
Meningkatkan kandungan kalsium dalam asupan makanan.
Berjemur pada sinar matahari pagi untuk membantu pembentukan vitamin D yang sangat penting dalam membantu penyerapan kalsium dalam makanan.
Memerhatikan asupan vitamin D dengan makan makanan yang mengandung vitamin D.
Memerhatikan aktivitas fisik yang cukup setiap harinya.
Menghindari kebiasaan sikap tubuh yang salah, misalnya dengan cara duduk yang benar
3. Sistem Gerak pada Hewan
a. Gerak Hewan dalam Air
Salah satu bentuk tubuh yang paling banyak dimiliki oleh hewan air adalah bentuk torpedo (streamline). Bentuk tubuh ini memungkinkan tubuh meliuk dari sisi ke sisi dan mengurangi hambatan ketika bergerak di dalam air.
Tubuh ikan dilengkapi otot dan tulang belakang yang fleksibel untuk mendorong ekor dan sirip ikan di dalam air.
b. Gerak Hewan di Udara
Sayap burung tersusun atas kerangka yang kuat dan ringan, serta otot yang kuat. Sayap burung memiliki bentuk melengkung sehingga udara yang mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat daripada bagian bawahnya.
c. Gerak Hewan di Darat
Hewan yang hidup di darat memiliki otot dan tulang yang kuat sama halnya seperti manusia.
4. Sistem Gerak pada Tumbuhan
a. Gerak Endonom: gerak yang terjadi akibat rangsangan yang berasal dari dalam sel atau tubuh tumbuhan
b. Gerak Higroskopis: gerak yang terjadi akibat perubahan kadar air pada tumbuhan
c. Gerak Esionom: gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar tubuh tumbuhan (lingkungan sekitar). Gerak esionom dapat dibedakan menjadi:
Gerak tropisme: gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dari luar
Gerak taksis: gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan
Sistem Gerak pada Tumbuhan kecuali
Gerak tropisme
Gerak taksis
Gerak Nasti
Gerak Endonom
Gerak nasti: gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang
.png)



Comments